Katanya sih kemarin kemarin kapan gitu hari blogger ya? Sebenernya nggak peduli juga sih, tapi pengen bikin postingan juga terkait hal itu. Sekali-sekali hahaha.
Yak, postingan ini dibikin karena arah blog ini (lagi-lagi) mulai gak jelas. Sebenernya sih ya, dulu pertama kali blog ini dibikin, tujuannya adalah biar tiap hari gambar terus posting. Pokoknya sehari satu gambar gitu deh. Hasilnya? Baru 1 bulan lebih dikit udah males muahaha..
Tapi ngga sehat juga sih. Sehari satu gambar mah kayak maksa banget gitu. Hasilnya juga jadi ga maksimal. Yaa akhirnya frekuensinya diganti jadi, hemm, sesukanya. Tapi karena ya emang dasarnya yang punya rada malesan juga sih, jadi ya gini deh. Update tetep seenaknya, gambar kadang-kadang cari stok di dalem leptop karena kondisi lagi pengen nge-blog tapi males nggambar (sebenernya bukan males gambar sih, tapi lebih sering males nge-scan-nya, males ngobrak-ngabrik barang-barang yang ngga tau kenapa suka nangkring di atas scanner). Tapi stok tetep hasil gambar sendiri lho ya, gambar-gambar yang kebetulan udah di-scan karena apa tapi ga diposting disini. Pokoknya anti deh yang namanya plagiarisme di perpetual iini.
Terus bagaimana dengan kondisi sosial blog ini?
Yak, seperti yang kamu lihat, blog ini adalah blog yang anti-sosial. Jadi mau ada hari blogger kek, mau ada komunitas blogger kek, mau ada widget yang namanya blogroll kek, tetep aja blog ini bersih dari itu semua. Karena apa sih? Karena, karena, karena.. yang punya (lagi-lagi) males. Males bersosialisasi. Males komen kesana-kemari. Huihui~
Yak, seperti yang kamu lihat, blog ini adalah blog yang anti-sosial. Jadi mau ada hari blogger kek, mau ada komunitas blogger kek, mau ada widget yang namanya blogroll kek, tetep aja blog ini bersih dari itu semua. Karena apa sih? Karena, karena, karena.. yang punya (lagi-lagi) males. Males bersosialisasi. Males komen kesana-kemari. Huihui~
Karena saya pikir, kalo kita bikin karya cuma buat pamer, hasilnya ya cuman jadi apa yang dipenginin sama orang-orang yang pengen kita pamerin, sedangkan saya mah berkarya kan biar saya senang. Pamer juga sih tetep, tapi pamer yang ngarepnya kalo orang lain dateng karena emang udah seneng dari awalnya. Syukur-syukur kalo emang orang lain juga seneng.
*ngarep*
Tapi ya itu,
Saya sih, males, kalo untuk biar orang lain lihat, harus mengkultuskan diri di social media, harus kampanye kesana-kemari, share di mana-mana, nyari-nyari apalah. Blog ini bukan untuk itu~
Besok kalo saya tiba-tiba bikin website galau kaya malesbanget.com, baru mungkin saya bakal promosi kesana-kemari. Biar sangar.
Tapi mungkin sih,
Sehabis ini, kayaknya saya akan mulai membuka diri kembali. Mulai hore-hore di dunia maya. Mulai promosi dan komen dan follow kesana-kemari. Biar blog ini rame. Biar kenal banyak orang. Biar setidaknya ketika di dunia nyata sudah ansos, di dunia maya minimal punya beberapa temen yang bisa buat saling hujat dan saling hore.
Semangat!
Oh, saya sedang suka dengan Light Novel. Semoga besok abis UTS ada waktu selo buat, yaaa, kira-kira bikin satu dua cerpen yang rada serius model-model kaya di Light Novel gitu kayaknya seru. Yang ngga kayak cerita penyihir di posting sebelumnya yang geje. Tapi tetep fantasi dong temanya. Iya.
Hmm, tumben saya cerewet? Gapapa, mumpung momennya.
Selamat hari blogger!
Selamat bersenang-senang!
Semoga blog ini tidak mati.
Kayak namanya, semoga blog ini selamanya akan selalu membadai.
"Lahaha!"
Gunung Semeru.
Ranukumbolo.
Ketinggian 2400 mdpl.
Dan, sangat menyenangkan karena kamu akan selalu kaget bahwa dalam perjalanan 5 jam-mu dari basecamp Ranupane yang dingin itu, yang hanya dipenuhi oleh semak dan hutan dan kadang bukit terjal, tiba-tiba saja ada danau yang sangat luas.
Dan biru.
Dan bagus.
Si penyihir ini selalu kesal dengar auman-auman serigala yang berisik tiap bulan purnama. Maka ia mengambil sepeda-sapu-nya dan terbang untuk membeli sesuatu -- dia selalu merasa sakit di bagian atas paha ketika naik sapu terbang yang konvensional, maka ia memberi sedikit modifikasi dengan memberi tambahan rangka sepeda sehingga sekarang sudah nyaman buat dipakai.
Bulan purnama memang selalu menyebalkan, yaa setidaknya baginya. Auman-auman serigala membuatnya tidak bisa berkonsentrasi membuat ramuan-ramuan. Sehingga tiap bulan purnama, ia selalu rutin keluar dari rumahnya untuk membeli sebuah alat bernama pembungkam mulut serigala, yang dibuat dari panel akustik. Dan kali ini ia tidak main-main, ia benar-benar serius ingin membungkam serigala ini selamanya.
Maka karena itulah sekarang kamu sudah tidak bisa mendengar auman serigala yang mungkin kamu kira itu merdu, atau seram? Tapi mungkin, jika kamu iseng melihat ke atas, ke arah bulan purnama, kamu akan melihat sosok wanita kece ini lewat sambil membawa sepeda-sapu-nya. Untuk belanja bahan-bahan lain yang akan digunakan untuk membungkam manusia yang sudah mulai sama berisiknya dengan para serigala.
Woohoo!
the moon image was taken from here
Ada kalanya sebuah kapsul waktu tidak harus berupa barang yang dimasukan ke dalam box, lalu di kubur di bawah pohon mangga, atau beringin, atau apel, atau apa saja terserah. Kadang juga tidak perlu berupa sebuah kliping surat, atau tempelan-tempelan stiker, atau album foto. Kadang, sebuah kapsul waktu cukup hanya dengan sebuah tulisan. Yak, tulisan galau masa lalu.
Dan malam ini adalah malamnya. Malam yang indah dengan bulan yang oke disinari matahari secara bulat penuh tanpa dibayangi bumi. Malam yang tiba-tiba bisa bikin kembali membuka si kapsul waktu tersebut. Oh sampai sejauh mana sudah kita berdiri? Sampai jauh sekali, sampai twitter membuat kita lupa bahwa tulisan beribu-ribu karakter itu sebenarnya lebih menyenangkan ketimbang hanya dibatasi dalam 140 karakter saja. Tapi tetep saja membuat lupa bahwa sebenarnya dulu juga biasa nulis ginian, kalo sekarang nulis segini aja jadi bikin capek.
Tapi sebagus apapun itu, ya sama aja kalo kebanyakan liat masa lalu tapi lupa sama yang sekarang. Kalo kata Mizunashi Akari, "If you get stuck in the memories of the past, you wont be able to appreciate all the fun that's happening right now". Yak, mari move-on. Nikmatin hidup sekarang demi masa depan yang lebih oke!
"he who rule the energy, rule the world"
Dari dulu kecil saya tidak pernah bercita-cita menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia. Walau dicekoki oleh berbagai kartun, anime, manga, atau game tentang menyelamatkan dunia dari kejahatan, saya sih tidak pernah berpikir untuk menyelamatkan dunia. Bahkan mungkin, lebih suka jadi penguasa dunia. Karena apa ya? Karena asik aja gitu. Karena apa yang sudah dunia lakukan terhadap saya?
Dan saat ini dunia sedang dilanda krisis energi. Gile, berat banget kesannya omongan saya bakalan. Tapi yak, ini serius juga loh. Kalo sekali-sekali bayangin berapa ton liter bensin yang dihabiskan manusia di seluruh dunia sehari aja, dibandingin sama usaha nyari minyak dari fosil yang jumlahnya gak seberapa, ya miris juga sih. Ya gimana engga ada isu bakalan habis, kan? Kalo kamu bilang jumlah fosil kan banyak, tapi jumlah manusia yg hidup di zaman ini lebih banyak lagi men! Dan mau kemana kita nanti kalo sumber energi kita paling deket sama kita ini habis? Nggak akan ada kendaraan, nggak ada lampu kalo malem hari, dan yang paling parah: nggak ada internet!
Nah artinya apa? Artinya, bahwa lowongan untuk menguasai dunia kembali terbuka lebar. Alternatif energi harus segera dicari. Sistem-sistem yang mengatur harus segera dibikin. Energi yang terbarukan dan gak bisa habis harus segera dibikin se-efisien mungkin. Dll dll dll.
Dan yak, siapapun yang menguasai energi, dia akan menguasai dunia. Iya kan? Penguasa energi yang bikin harga dari energi itu sendiri, yang ngatur dunia ini mau dibawa kemana besok, dll dll. Asik deh pokoknya.
Hem,
Mari semangat menyambut hari esok, mari menguasai dunia!
Mumpung Indonesia katanya negara dengan potensi energi terbarukan yang sangat oke.
Sebelum negara laen mulai menjajah kita kembali.
Yeah!
Dan kita berdua berada di atas awan. Aku menghirup racun nikotin, kamu tersenyum melihat ke bawah. Melihat atap-atap rumah yang dari atas terlihat seperti sebuah koloni dari semut merah. Dan manusia, dan monster, terlihat seperti titik-titik yang saling melenyapkan. Seperti amuba yang saling makan satu sama lain.
Kamu pikir itu lucu? Oh tidak sayang, katamu. Tapi ini semua menyenangkan. Bersamamu seperti ini, berdua saja diterpa angin, melihat kapal terbang yang lalu lalang--sibuk dengan urusannya sendiri, melihat naga-naga yang sesekali terlihat menyembul dari awan seperti lumba-lumba yang seolah pamer akan keindahan tubuhnya, melihat bintang yang dekat, melihat bulan yang besar, melihat segalanya, bersamamu, bahkan perang besar yang sedang terjadi di bawah sana, selalu menyenangkan.
Kamu lalu tiba-tiba tertawa. Apa yang lucu? Kataku.
Kita beruntung, bisa berada disini. Bersama. Berdua saja.
"Apa arti cinta menurutmu?"
Aku tersedak. Batang nikotinku terjatuh, terlepas dari tanganku menuju ke bawah sana. Ke kumpulan manusia dan monster yang masih saling menghabisi. Mungkin akan kena salah satu dari mereka nanti. Atau mungkin akan lenyap dahulu dimakan angin. Tapi tidak dengan senyummu yang nakal, menunggu jawabanku yang belum mau keluar dari otak.
Cinta ya? Mungkin semacam ini, semacam sesuatu yang baru akan kita rasakan setelah kita dekat. Lalu entah. Aku tak tahu pasti. Yang jelas, aku senang ketika bersama orang yang aku cintai. Senang, sampai lupa untuk sekedar melihat smartphone.
"Hahaha kamu terlalu serius!"
Dan angin terus berhembus.
Dan samar-samar membawa bait-bait nada yang melankolis.







